08 Juli 2012


seperti hari yang sudahsudah
adalah resah yang ada
yang ditikam derita
oleh sebab ia sendiri menduga yang ada
dilintas pikir saja
beban tanpa jauh menolak kulit yang asing
mengejar sendiri kereta malam yang ia jaga

seperti hari yang sudahsudah
adalah geram yang ada
yang memicu kosong jiwa dan kata
oleh sebab perut yang kempes ia mengadu pada siapa
di hujan yang pintas membasahi kota
kemana ia berpendarkan cinta dan cita yang pesing
hari makin beranjak ia masih tekun menggali rumah masa depannya

lubang ini akan menjadi tempat yang nyaman
bukan di dunia ini
aku gila dan tamparlah aku berkali
sebab ada hidup yang lebih terjal menungguku datang

Jakal KM 14 Jogja, 08 Juli 2012

*) Ekohm Abiyasa

http://serampaikata.blogspot.com/2012/07/hidup-yang-terjal.html

07 Juli 2012


Oleh : Mustofa Bisri

Kalian sibuk mengujarkan dan mengajarkan kalimat syahadat
Sambil terus mensekutukan diri kalian dengan Tuhan penuh semangat
Berjihad di jalan kalian
Berjuang menegakkan syariat kalian
Memerangi hamba hambaNya yang seharusnya kalian ajak ke jalanNya
Seolah olah kalian belum tahu bedanya
Antara mengajak yang diperintahkanNya
Dan memaksa yang dilarangNya

Kalian kibarkan Rasulurrahmah Al Amien dimana mana
Sambil menebarkan laknatan lil'aalamien kemana mana

Ada apa dengan kalian?

Mulut kalian berbuih akhirat
Kepala kalian tempat dunia yang kalian anggap nikmat

Ada apa dengan kalian?

Kalian bersemangat membangun masjid dan mushalla
Tapi malas memakmurkannya

Kalian bangga menjadi panitia zakat dan infak
Seolah olah kalian yang berzakat dan berinfak
Kalian berniat puasa di malam hari
Dan iman kalian ngeri
Melihat warung buka di siang hari
Kalian setiap tahun pergi umrah dan haji
Tapi kalian masih terus tega berlaku keji

Ada apa dengan kalian?

Demi menjaga tubuh dan perut kaum beriman dari virus keharaman
Kalian teliti dengan cermat semua barang dan makanan
Bumbu penyedap, mie, minyak, sabun, jajanan.
Rokok dan berbagai jenis minuman
Alkohol, minyak babi dan nikotin adalah najis dan setan
Yang mesti dibasmi dari kehidupan
Untuk itu kalian
Tidak hanya berkhotbah dan memasang iklan
Bahkan menyaingi pemerintah kalian
Menarik pajak produksi dan penjualan
Dan agar terkesan sakral
Kalian gunakan sebutan mulia, label halal

Tapi agaknya kalian melupakan setan yang lebih setan
Najis yang lebih menjijikkan
Virus yang lebih mematikan
Daripada virus alkohol, nikotin dan minyak babi
Bahkan lebih merajalela daripada epidemi

Bila karena merusak kesehatan, rokok kalian benci
Mengapa kalian diamkan korupsi yang merusak nurani
Bila karena memabokkan, alkohol kalian perangi
Mengapa kalian biarkan korupsi
Yang kadar memabokkannya jauh lebih tinggi?
Bila karena najis, babi kalian musuhi
Mengapa kalian abaikan korupsi
Yang lebih menjijikkan
Ketimbang kotoran seribu babi

Ada apa dengan kalian?

Kapan kalian berhenti membanguan kandang kandang babi
Di perut dan hati kalian dengan merusak kanan-kiri?
Sampai kalian mati dan dilaknati?

@2012 ?


Teruntuk malam yang dingin, engkau meretakkan kenangan yang telah berkeping. Menuju gelap menuju kekal. Sebuah perjalanan sunyi yang tiada habisnya.

Tersebab engkau pula, purnama yang bersinar terang di mataku. Adakah jalan sunyi pula di dadamu? Atau hanya semu belaka?

Oh purnama..
Mengapa hatiku kacau begini.
Adakah senyummu tiada pasi
Adakah dingin yang menyuburkan imaji
Adakah kelam yang membuai
Adakah sunyi lagi di ruang hatimu
Adakah bait-bait di halaman hatimu lagi?

Oh purnama..

Jakal KM 14 Jogja, 08 Juli 2012

*) Ekohm Abiyasa

http://serampaikata.blogspot.com/2012/07/oh-purnama.html

Categories

Unordered List

Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

Text Widget